SORAKLINTERA, KERINCI – Kekecewaan masyarakat Desa Sebukar kembali mencuat akibat belum terpenuhinya kebutuhan air bersih. Sejak pagi hari, sejumlah masyarakat telah menunggu kedatangan bantuan pasokan air dari pihak PDAM. Namun, hingga sore hari, bantuan yang dinantikan tak kunjung datang.
Kondisi tersebut membuat masyarakat terpaksa kembali membawa pulang tong-tong kosong tanpa mendapatkan air yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bukan hanya rasa kecewa yang dirasakan warga, tetapi juga waktu dan tenaga mereka ikut tersita. Sejumlah masyarakat harus meninggalkan pekerjaan serta aktivitas lainnya demi menunggu bantuan air yang diharapkan dapat meringankan kesulitan mereka.
"Sejak pagi kami sudah menunggu, tetapi sampai sore air tidak juga datang. Akhirnya kami terpaksa pulang membawa tong kosong. Kami sangat kecewa karena kebutuhan air ini sangat mendesak," ungkap salah seorang warga.
Masyarakat berharap pihak PDAM tidak hanya memberikan janji pelayanan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata di tengah kesulitan yang sedang dialami warga.
Persoalan air bersih bukanlah persoalan sepele. Air merupakan kebutuhan pokok masyarakat, baik untuk memasak, mandi, mencuci, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari dan kebutuhan ibadah.
Warga Desa Sebukar meminta pihak PDAM dan Pemerintah Kabupaten Kerinci segera melakukan evaluasi terhadap pola pelayanan distribusi bantuan air bersih agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Jangan sampai masyarakat yang sedang kesulitan mendapatkan air bersih justru harus kehilangan waktu, tenaga, bahkan penghasilan hanya untuk menunggu bantuan yang tak kunjung datang.
Masyarakat membutuhkan kepastian dan tindakan nyata, bukan sekadar harapan. (*/Suf)

0 Komentar