Penataan Pasar Tanjung Bajure Berbuah Hasil, Pasar Kini Lebih Tertib dan Nyaman

 


SORAKLINTERA, SUNGAI PENUH – Upaya Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam menata Pasar Tanjung Bajure mulai menunjukkan hasil positif. Pasar tradisional terbesar di pusat kota ini kini tampak lebih rapi dan tertib setelah dilakukan penertiban terhadap pedagang yang sebelumnya berjualan di trotoar dan badan jalan.

Kondisi tersebut turut berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar pasar, khususnya di kawasan Jalan M. Yamin yang sebelumnya kerap padat dan semrawut.

Salah seorang pembeli, Desi, mengungkapkan bahwa suasana pasar kini jauh lebih kondusif. Ia merasakan kenyamanan saat berbelanja karena area pasar tidak lagi dipenuhi pedagang di pinggir jalan.

“Sekarang lebih rapi dan tidak berdesakan seperti dulu,” ujarnya dilansir Jambitv.

Data di lapangan menunjukkan bahwa hingga 19 April, sekitar 90 persen dari total kurang lebih 200 pedagang telah kembali menempati kios yang tersedia di dalam pasar. Para pedagang, mulai dari penjual sayur, buah, ikan, ayam hingga bumbu dapur, kini menempati los di sisi utara dan selatan pasar.

Meski demikian, aktivitas di dalam pasar masih terlihat belum sepenuhnya ramai. Hal ini disebabkan para pedagang masih dalam tahap penyesuaian dengan lokasi baru serta membangun kembali basis pelanggan mereka.

Petugas gabungan dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan masih disiagakan di sekitar area pasar. Mereka bertugas memberikan peringatan serta menertibkan pedagang yang masih mencoba berjualan di pinggir jalan.

“Sudah berjalan sekitar satu minggu, hasilnya cukup baik. Kami berharap kondisi ini bisa terus dipertahankan,” ujar salah seorang petugas Satpol PP.

Ke depan, pemerintah berencana menerapkan sistem pembayaran sewa kios secara rutin, khususnya bagi pedagang yang omzetnya sudah stabil.

Penataan ini juga membawa dampak positif bagi pejalan kaki. Trotoar yang sebelumnya dipenuhi lapak kini kembali berfungsi sebagaimana mestinya, memberikan ruang yang lebih nyaman dan aman bagi masyarakat.

Namun di sisi lain, alasan klasik masih menjadi tantangan. Sebagian pedagang mengaku lebih memilih berjualan di trotoar karena dianggap lebih strategis dan cepat mendatangkan pembeli. Selain itu, kemudahan akses bagi pembeli yang tidak perlu repot mencari tempat parkir menjadi faktor utama.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, penertiban ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Sungai Penuh dalam menciptakan tata kota yang lebih tertib. Proses penertiban dilakukan secara persuasif dengan melibatkan berbagai instansi terkait.

Sebelum penindakan dilakukan, para pedagang telah diberi sosialisasi dan peringatan, baik secara lisan maupun melalui surat resmi. Hal ini membuat proses penertiban berlangsung relatif kondusif tanpa adanya penolakan berarti.

Dengan kondisi yang mulai tertata, masyarakat pun berharap ketertiban ini dapat terus dijaga demi kenyamanan bersama. (*/Ndi)

0 Komentar