Antrean Panjang Di Bank Pembangunan Daerah Jambi, Nasabah Keluhkan Kesulitan Akses Tabungan



SORAKLINTERA, JAMBI – Antrean panjang terlihat di sejumlah kantor Bank Pembangunan Daerah (BPD) pada pagi hari dalam sepekan terakhir. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) terpaksa datang sejak dini hari demi bisa mengakses tabungan mereka, terutama menjelang kebutuhan Hari Raya Idulfitri yang semakin dekat.

Situasi ini memicu keluhan dari para nasabah. Mereka menilai pelayanan yang diberikan belum mampu mengimbangi lonjakan kebutuhan transaksi, khususnya pencairan dana yang menjadi hak mereka.

“Sudah seminggu ini antreannya luar biasa. Kami ini mau ambil uang sendiri, tapi seperti dipersulit,” ungkap salah satu ASN yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi tersebut dinilai sangat memberatkan, terlebih di momen krusial menjelang Lebaran, di mana kebutuhan rumah tangga meningkat drastis. Tidak sedikit ASN yang berharap pihak bank memberikan solusi cepat, seperti penambahan loket layanan, perbaikan sistem, atau kebijakan khusus untuk mempercepat proses pencairan dana.

Di sisi lain, publik juga mulai mempertanyakan tanggung jawab pihak manajemen BPD. Sebagai lembaga keuangan daerah yang mengelola dana masyarakat, pelayanan yang optimal menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

“Ini bukan sekadar soal antrean, tapi soal hak. Ketika masyarakat kesulitan mengakses uangnya sendiri, itu sudah masuk ranah pelayanan yang harus dievaluasi serius,” ujar seorang pengamat kebijakan publik di daerah.

Sorotan juga mengarah kepada pemerintah daerah, baik tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Sebagai pemegang saham dan pihak yang memiliki keterkaitan dengan BPD, pemerintah dinilai tidak bisa tinggal diam.

Masyarakat berharap ada langkah konkret dari Pemkot, Pemkab, maupun Pemprov untuk memastikan pelayanan kepada ASN dan nasabah berjalan normal, terutama dalam situasi mendesak seperti saat ini.

Jika kondisi ini terus berlarut, bukan tidak mungkin muncul reaksi yang lebih besar dari para nasabah. Wacana untuk memindahkan dana ke bank lain hingga tuntutan ganti rugi mulai menjadi perbincangan di kalangan ASN.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen BPD terkait penyebab pasti terjadinya antrean panjang serta langkah penanganan yang akan diambil.

Publik kini menunggu—apakah keluhan ini akan dijawab dengan solusi, atau justru dibiarkan menjadi beban berulang setiap tahunnya? . (Glen)

0 Komentar