SORAKLINTERA, JAMBI — Peringatan Milad Pernikahan ke-27 Yang Mulia Sayyid Fuad Abdurrahman bersama permaisuri menjadi momentum penuh makna bagi masyarakat Jambi. Komunitas Masyarakat Peduli Sejarah Jambi menyampaikan penghormatan serta doa atas perjalanan rumah tangga yang telah terjalin selama hampir tiga dekade tersebut.
Menurut komunitas, usia pernikahan ke-27 bukan sekadar peristiwa seremonial, melainkan simbol keteguhan dalam memelihara nilai kesetiaan, tanggung jawab, dan keharmonisan. Ketahanan keluarga pemimpin adat dipandang sebagai bagian dari marwah dan wibawa kepemimpinan di tengah masyarakat.
Ketua Komunitas Masyarakat Peduli Sejarah Jambi, Hari Fajar Krisna, menyampaikan bahwa perjalanan panjang rumah tangga Raja Jambi mencerminkan keteladanan yang patut dihargai.
“Kami mengiringi milad ini dengan doa agar keluarga Raja Jambi senantiasa dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT, serta terus menjadi payung bagi masyarakat,” ujarnya.
Sekretaris Komunitas, Putra Legowo, menambahkan bahwa keharmonisan keluarga memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan nilai adat dan sejarah Melayu Jambi.
Milad ke-27 ini, lanjutnya, diharapkan menjadi penguat semangat kebersamaan serta inspirasi bagi generasi penerus dalam merawat adat, menjaga sejarah, dan memuliakan institusi keluarga sebagai pilar utama kehidupan sosial masyarakat Jambi. (Glen)

0 Komentar