SORAKLINTERA, SUNGAI PENUH - Nama Miko Adri kembali disebut dalam polemik penyediaan dan peredaran Lembar Kerja Siswa (LKS) di Kota Sungai Penuh. Melalui status Facebook, akun atas nama Thias Bento sudah tiga kali menyebut keterlibatan Miko Adri sebagai salah satu pihak yang ikut bermain dalam suplai LKS.
Merasa dirugikan dengan tudingan tersebut, Miko Adri akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah terlibat dalam urusan LKS, baik dalam bentuk penyediaan maupun distribusi.
“Saya perlu mengklarifikasi. Saya tidak ikut dan tidak terlibat dalam urusan LKS. Satu rupiah pun tidak pernah ada sampai ke saya. Bahkan anak saya sendiri yang bersekolah di SD Negeri 1 Sungai Penuh, tetap saya bayarkan untuk mendapatkan LKS,” tegas Miko Adri.
Menurutnya, ia tidak memahami alasan mengapa namanya harus dibawa-bawa dalam isu LKS. Ia justru menyebut bahwa pihak yang pernah berperan dalam distribusi LKS di masa pemerintahan sebelumnya adalah Thias Bento sendiri.
“Selama ini, satu sekolah pun tidak pernah saya tawarkan soal LKS, apalagi sampai ikut mengedarkan. Kalau ada oknum yang menyebut nama saya, itu di luar pengetahuan saya,” tambahnya.
Miko menilai, tiga kali status yang diunggah Thias Bento di media sosial dapat menimbulkan persepsi seolah-olah tuduhan itu benar. Karena itu, ia merasa wajib meluruskan agar tidak terjadi salah paham di tengah masyarakat.
“Klarifikasi ini bukan karena saya mencari pembenaran, tapi semata-mata untuk menjaga nama baik dan kepercayaan yang harus saya jaga. Saya tegaskan sekali lagi, saya tidak pernah terlibat dalam urusan LKS,” pungkasnya. (Glen)
0 Komentar