Kisruh PLTA Kerinci Mereda, 643 KK Sudah Terima Kompensasi



SORAKLINTERA, KERINCI – Ketegangan terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci akhirnya mulai mereda. Warga Desa Pulau Pandan dan Karang Pandan yang sebelumnya menggelar aksi unjuk rasa dengan tuntutan kompensasi hingga Rp300 juta per kepala keluarga (KK), resmi membubarkan diri pada Jumat (22/8). Situasi di lapangan kini berangsur kondusif.

Kepala Humas PT Kerinci Merangin Hidro, Aslori, mengungkapkan bahwa penyelesaian persoalan ini difasilitasi oleh Tim Terpadu (Timdu) Polda Jambi bersama Forkopimda dan Bupati Kerinci. 

Dari total 907 KK yang terdampak proyek, sebanyak 643 KK telah menerima kompensasi Rp5 juta per KK sesuai dengan data Dinas Dukcapil.

"Asal-usul nominal Rp300 juta per KK yang sempat ramai diperbincangkan bukanlah dari perusahaan, melainkan murni merupakan permintaan warga," tegas Aslori.

Dengan tersalurkannya kompensasi, aktivitas pembangunan PLTA Kerinci kembali berjalan normal. Pihak perusahaan berharap situasi kondusif ini terus terjaga sehingga proyek strategis tersebut dapat segera rampung dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (Glen)

0 Komentar